Berhadapan dengan Bencana, Apakah Sesulit itu dalam memberitakannya?

 



    Bencana alam adalah sebuah peristiwa alam yang sangat merugikan manusia, namun sebenarnya hal ini bisa dihindari dengan berbagai macam cara, seperti melakukan reboisasi dan pembuatan waduk. Namun hal ini hanya bisa memperkecil persentasi dalam terjadinya sebuah bencana.sehingga sebuah berita mengenai bencana pun sudah pasti tersedia disetiap para media-media Indonesia.


    Pemberitaan bencana sudah tidak bisa dilewatkan bagi berbagai jurnalis untuk meliput, tidak kebanyakan orang enggan berpergian ketempat TKP. Apa sebabnya? Kalian pasti sudah tau dengan kondisi dareah tersebut. Ya benar, jalanan yang seadanya, tempat tinggal yang entah berantah, pengungsian yang ramai dan lain-lainnya. Benak kalian pasti sudah terpikirkan apa saja yang pasti ada dalam lokasi tersebut


    Dalam sebuah bencana, sebenarnya bisa kita ambil berbagai pemandangan yang tidak seperti biasanya, terkadang hasilnya bisa bagus jika mengambil sebuah momen dan sudut yang benar. Namun kebanyakan kita saat memfoto bekas bencana atau saat bencana terjadi hasilnya buruk. Sehingga foto yang ditampilkan dalam berita akan membuat para pembaca kebinggungan maupun merasa ketakutan akan ketidak jelasan foto yang diambil.


    Ketika mengambil foto dalam sebuah bencana, cobalah terlebih dahulu untuk meminta ijin setelah mengambil sebuah foto. Hal ini bertujuan untuk tidak membuat para korban merasa psikisnya malah terganggu. Kalau kita sudah mendapatkan ijin, setidaknya hal ini bukan lagi sebuah eksplotasi kabar bencana. Yang dimaksudkan disini eksploitasi kabar berita adalah memberitakan sebuah berita dengan menampilkan “scarcity” (sebuah bahan yang membuat para pembaca merasa ketakutan walaupun hal itu tidak semenakutkan itu) sehingga para pembaca merasa ketakutan, cemas berlebihan, bahkan sampai tekanan batin akan sebuah pemberitaan tersebut.


    Untuk mengurangi “Scarcity” ini, diperlukan sebuah edukasi tambahan untuk mengatasi ketakutan para permisa. Contohnya, ketika menampilkan sebuah berita Covid dan menunjukan kasus kematian covid-19, perlu juga ditampilkan bagaiamana cara kita untuk mengurangi kasus Covid-19. Seperti dengan memunculkan kampanye tentang 3M, menambahkan tata cara prokes yang baik dan benar diakhir paragrap. Setidaknya, para pembaca lebih aware terhadap pemberitaan tersebut tanpa membuat kecemasan berlebihan.

Komentar